Ketahui Cara Kerja pH Meter

Posted on

Potasium klorida di dalam elektroda kaca merupakan larutan netral dengan pH 7 (misalnya larutan berwarna jingga). Jadi pada larutan tersebut mengandung sejumlah tertentu ion hidrogen (H+). Jika larutan tak diketahui (misalnya berwarna biru) yang Anda uji lebih asam, maka larutan tersebut mengandung lebih banyak ion hidrogen.

Hal yang diakukan elektroda kaca adalah mengukur perbedaan pH antara larutan berwarna jingga dan larutan berwarna biru dengan mengukur perbedaan tegangan dari ion hidrogen yang diproduksi. Kita telah mengetahui bahwa pH dari larutan jingga adalah 7, maka kita dapat menghitung pH dari solusi larutan biru.

Bagaimana cara kerjanya?

Ketika mencelupkan dua lektroda ke dalam larutan uji warna biru, beberapa ion hidrogen bergerak menuju permukaan luar elektroda kaca dan menggantikan beberapa ion logam di dalamnya. Sementara bebera ion logam bergerak dari elektroda kaca ke dalam larutan berwarna biru. Proses perpindahan ion ini disebut pertukaran ion, dan ini merupakan kunci bagaimana cara elektroda kaca bekerja.

Pertukaran ion juga terjadi di dalam permukaan elektroda kaca dari larutan berwarna jingga. Dua larutan tersebut pada semua sisi kaca memiliki keasaman yang berbeda, sehingga jumlah pertukaran ion yang berbeda terjadi pada kedua sisi kaca. Hal ini menciptakan tingkat aktivitas ion hidrogen yang berbeda pada dua permukaan kaca. Ini berargi jumlah arus listrik yang berbeda terjadi di larutan tersebut. Perbedaan arus ini berarti atau tegangan kecil (yang disebut beda potensial, biasanya sekitar puluhan atau ratusan milivolt) yang terjadi di antara dua sisi kaca. Hal ini memproduksi beda tegangan antara elektroda perak dan elektroda acuan yang ditampulkan sebagai pengukuran pada alat ukur.

Kendati alat ukur mengukur tegangan, penunjuk pada skala atau layar digital sebenarnya menunjukkan pengukuran pH. Semakin besar tegangan antara larutan jingga di bagian dalam dan larutan biru di bagian luar, maka semakin besar perbedaan aktivitas ion hidrogen di antaranya. Jika ada lebih banyak aktivitas ion di dalam larutan biru, maka akan lebih asam jika dibandingkan dengan larutan jingga. Dan alat ukur tersebut menunjukkan pH yang lebih rendah dengan cara yang sama. Jika aktivitas ion hidrogen lebih kecil di dalam larutan biru, maka alat ukur akan menampilkan angka dengan pH yang lebih tinggi (atau lebih bersifat alkali).

Membuat Pengukuran pH yang Akurat

Agar pH meter menjadi akurat, maka alat ini harus dikalibrasi dengan baik. Sehingga alat ukur secara akurat menerjemahkan pengukuran tegangan ke dalam pengukuran pH. Maka dari itu biasanya dibutuhkan pengujian dan penyesuaian sebelum mulai menggunakannya. Anda mengkalibrasi pH meter dengan mencelupkannya ke dalam bufer (larutan uji dengan pH yang diketahui), kemudian penyesuaikan pengukurnya.

Pertimbangan penting lainnya adalah pengukuran pH bisa berjalan dengan cara ini tergantung dari suhu. Beberapa alat ukur memiliki termometer di dalamnya dan secara otomatis memperbaiki pengukuran pH sendiri seiring dengan perubahan suhu. Alat ukur tersebut menjadi pilihan terbaik jika fluktuasi suhu sering terjadi saat melakukan sejumlah pengukuran yang berbeda. Alternatif lain adalah Anda dapat memperbaiki  pengukuran pH sendiri atau memungkinkannya dengan mengkalibrasi peralatan Anda dan membuat pengukuran pH secara luas pada suhu yang sama.

Jenis pH Meter

Jenis pH meter digital dapat dengan mudah ditemui di pasaran. Ada berbagai macam pilihan pH meter digital. Ada yang memiliki bentuk pen ada juga yang cukup kompleks dan dapat dihubungkan ke komputer.

Harga pH meter digital terbaru yang berbentuk pen biasanya dibandrol cukup murah. Kisarannya mulai dari Rp 150 ribuan. Sedangkan untuk pH meter yang mampu mencatat beberapa pengukuran atau yang dapat dihubungkan ke komputer, harganya lebih mahal dan bisa mencapai jutaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *